Archive for January, 2008

Assessing Your Own Success

I’ve just finish reading one email newsletter from John Cow about how to
Assessing Our Own Success.
Here is some point of them.

Success is very relevant and everyone has a different opinion on what
constitutes success based on their own situation in life. For John Cow,
if He had a blog, more 12 months old, and He will answered yes to anyone
of the following He’d be re-thinking his strategy;

* It generates less than $1000 per month
* It has fewer than 500 RSS subscribers
* It was still hosted on a blogspot account

Remember, we’re talking about the Make Money Online niche here, if you
are writing within that niche and you are not able to do so yourself,
why would I be interested in reading what you had to say? Harsh but
blatantly true.

How to beat the seat cheats

How to beat the seat cheats
By Marshall Loeb, MarketWatch

Buying tickets for shows, concerts and sporting events online is akin to
walking a virtual tightrope, with box offices and authorized companies
on one side and ticket scalpers on the other. Fall on the wrong side and
you will likely have to deal with outrageous prices and refused refunds.

To avoid getting fleeced by shady ticket sellers, which often disguise
themselves as legitimate Web sites, heed these six tips from AARP
magazine author Laura Daily.

- Go to the source. Don’t just do an Internet search for “Meadowlands
and tickets.” You could be lured to a site that looks real but is
actually a scalper in disguise. Always visit an event’s official Web
site or call the venue directly.

- Join the club. Sign up for alerts, venue memberships and fan clubs
that move you to the head of the line. Insiders often learn about
advance sales and find out first when a show goes on sale.
Strategize. If you’re dealing with a broker, don’t jump on the first
seats you’re offered. The closer you get to an event, the more likely
prices are to drop as sellers get desperate to get rid of their
merchandise.

- Be persistent. No show is sold out until the curtain rises. Sponsors
may not use their full allocation and extra shows may be added. Official
ticket sites are also increasingly trying to combat hucksters;
Ticketmaster, for example, often puts tickets back up for sale after
finding that a buyer’s credit-card number is fraudulent. Don’t hesitate
to call the box office the day of the performance.

- Beware of e-tickets. Some venues send buyers e-tickets that you print
from your computer. They’re perfectly legit, but be wary if you buy them
secondhand. There’s nothing to stop a scalper from selling copies of the
printout. If you buy from a reseller, ask for a regular ticket.

- Research their rep. It’s no guarantee you’ll get a good deal, but make
sure a broker is licensed by the National Association of Ticket Brokers
(http://www.natb.org). Buying from a real storefront can help, too,
since you can actually see the tickets. And check the seat map: those
“great seats” on sale may actually be nose-bleeders.

Marshall Loeb, former editor of Fortune, Money, and the Columbia
Journalism Review, writes for MarketWatch
http://www.marketwatch.com

Pahami Siklus Hidup Finansial Anda

Pahami Siklus Hidup Finansial Anda
Oleh: Mike Rini
Dikutip dari Danareksa.com

Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda

Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi,
balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka
berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu
berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di
usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja
dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif
yang bergulat dengan tagihan kartu kredit Menjelang pensiun di usia
sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah
punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja,
cari aman deh!

Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci
keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia - yang saya
kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan
untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita
lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang
dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar
hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu
memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai
dengan usianya juga.

Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri
pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan
jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang
maupun sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang
ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain
didalamnya.

Usia Sekolah Dasar sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di
usia 20-an

- Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku
sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang
tua. ?Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. ?
kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan
remajanya. Hanya saja memang tidak seindah kenyataannya jika berkaitan
dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya
meminta uang pada orang tua. Tidak.

- Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai
orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkian
memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu
mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan
naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika
harus mengandalkan orang tua.

Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool & gaul. Lebih
bebas menntukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali
mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. Asalkan
bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan,
maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil
kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang
memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak
bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah,

Di usia 20-an

- Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan
belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa
membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang
tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan
setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara
jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. Jadi untuk
membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan
sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya
pendidikan Anda. Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan
tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya
menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. Hanya
jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang
dihabiskan, Maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan
sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai
keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih
lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin
menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi
uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.

- Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama? Penghasilan
Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun
kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan
anggaran yang sudah direncanakan.

- Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja.
Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa
menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan
bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang
nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga
tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening
gaji,

- Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah
dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang
sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu
besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada
perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening
tabungan

- Mulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh
panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada
salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata
terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan
tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri,
bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari
pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga
keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransi

- Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau
terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk
mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak
mencover biaya ini.

Di usia 30-an

- Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali
mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah
memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami
derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat

- Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan
anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan
pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi
lain.

- Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih
lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit
kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain
yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan anda

- Jangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian
seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran

- Pastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak
terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan
penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk
berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.

- Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat
surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa
sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga
yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai
urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah
kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman
dalam membuat surat wasiat.

- Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah
memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.

- Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah
mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan
hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa
membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.

- Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap
kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga
investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah
diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.

Di usa 40-an

- Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap
tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan
investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap
kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah
terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.

- Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil,
apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover
risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah
berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan
asuransi jiwanya juga disesuaikan

- Pastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya
sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo
terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya
jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk
memperpanjang jangka waktunya.

- Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup
besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau
seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat
Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.

Di usia 50-an

- Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun
Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika
dana yang terkumpul masih jauh dari target,

- Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko
tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara
proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah,

- Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran
cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun,

- Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang
mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang
terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini
benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur
hidup Anda,

Di usia pensiun, 55 atau 60-an

- Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program
pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari
perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total
dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal
mengemabil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan
sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak
terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan
bunga.

- Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek,
segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa
mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya
secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali
pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya
belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan
segan-segan utnuk mengajukan klaim

- Barangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan
oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim
hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak
pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.

- Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa
menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah,
bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkina Anda bisa
mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.

- Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang
fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan
Anda.

- Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda
inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan
anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut,

- Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk
mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan. Kedengarannya memang
sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan
sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi
kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan

Salam
Mike Rini
Perencana Keuangan

Membangun Komunikasi Keuangan Suami-Istri

Membangun Komunikasi Keuangan Suami-Istri
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 660/XIII

“Cinta saja tidak cukup untuk bisa menghidupi suami-istri.” Mungkin itu
adalah kata-kata yang sering Anda dengar sampai sekarang. Ya, cinta
memang tidak cukup untuk bisa menghidupi suami-istri. Perlu banyak hal
lain, salah satunya adalah uang. Tapi bila uang sudah ada, maka apakah
hal itu cukup untuk menghidupi Anda berdua dan menjamin bahwa perkawinan
Anda akan langgeng?

Jawabnya, tidak juga. Keberadaan uang tidak menjamin bahwa sepasang
suami istri akan bisa sejahtera. Anda boleh percaya boleh tidak, yang
lebih menjamin kesejahteraan keuangan antara suami dan istri, salah
satunya adalah: Komunikasi.

Komunikasi yang baik antara suami dan istri sudah pasti merupakan hal
yang sangat penting bagi terciptanya hubungan yang langgeng. Ada banyak
topik komunikasi yang terjadi pada suami-istri. Tapi salah satu topik
yang paling kritis antara suami dan istri adalah komunikasi dalam bidang
keuangan.

Sangat penting bagi suami dan istri untuk membangun saling pengertian
yang kuat dalam hal keuangan keluarga. Saya sering menghadapi klien yang
ribut dan rusak hubungannya hanya karena masalah keuangan. Dan munculnya
masalah keuangan itu, salah satunya karena tidak adanya komunikasi dan
saling pengertian dalam hal keuangan antara suami dan istri.

Tidak mudah sebetulnya membangun komunikasi dan saling pengertian yang
kuat dalam hal keuangan antara suami dan istri. Bahkan, komunikasi
itupun harus Anda bangun terus menerus sepanjang umur perkawinan Anda.
Namun demikian, bila Anda berdua sebagai suami istri memiliki komunikasi
yang baik dalam bidang keuangan, maka Anda berdua akan memiliki hubungan
perkawinan yang kuat dan langgeng. Paling tidak, perkawinan Anda tidak
akan runtuh karena masalah keuangan.

Lalu, bagaimana cara membangun komunikasi tersebut?

1. Utarakan kepada suami Anda apa pandangan Anda tentang uang, dan minta
suami Anda melakukan hal yang sama.

2. Utarakan juga apa tujuan-tujuan keuangan yang ingin Anda raih kelak,
dan minta suami Anda melakukan hal yang sama.

3. Setelah masing-masing mengetahui tujuan-tujuan keuangan pasangannya,
buat prioritas tentang tujuan keuangan mana yang sebaiknya dicapai
terlebih dahulu oleh Anda berdua.

4. Buat rencana bagaimana Anda berdua bisa sama-sama mencapai
tujuan-tujuan keuangan tersebut. Yang jelas, rencana tersebut harus
realistis dan bisa dijalankan bersama.

5. Tuliskan tindakan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing dari
Anda berdua dalam menjalankan rencana tersebut. Misalnya, Anda akan
melakukan ini, suami Anda akan melakukan itu. Sehingga Anda berdua
menjalankan rencana keuangan ter-sebut secara bersama.

6. Diskusikan bagaimana cara terbaik bagi Anda berdua dalam mengelola
keuangan sehari-hari.

7. Tentukan siapa di antara Anda berdua yang akan membayar
tagihan-tagihan dan biaya rutin setiap bulan.

8. Tentukan berapa jumlah pengeluaran yang bisa dilakukan oleh
masing-masing dari Anda, tanpa harus bertanya terlebih dulu satu sama
lain.

9. Tentukan investasi apa yang akan Anda berdua lakukan untuk jangka
panjang.

10. Tentukan apakah Anda berdua akan menyatukan uang Anda dalam satu
rekening, atau memisahkannya dalam rekening sendiri-sendiri.

11. Menabunglah bersama-sama untuk masa depan Anda berdua kelak ketika
tidak lagi bekerja.

12. Sering-seringlah berdiskusi satu sama lain mengenai rencana yang
sudah dijalankan. Evaluasi rencana tersebut paling tidak sekali setahun
untuk melihat apakah Anda berdua masih memiliki tujuan keuangan yang
sama, dan apakah ren-cana yang sudah dijalankan selama ini memang sudah
menunjukkan kemajuan atau tidak dalam mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan.

13. Buka terus keran komunikasi Anda berdua. Sisihkan waktu secara rutin
untuk membicarakan dan mengkomunikasikan masalah keuangan Anda berdua.

KHUSUS UNTUK SUAMI: BERITAHUKAN GAJI ANDA

Apakah Anda merupakan salah satu dari suami yang enggan memberitahukan
berapa jumlah gaji Anda kepada istri Anda? Bila ya, maka mungkin ada
beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya:

1. Anda gengsi. Anda mungkin tidak ingin istri Anda mengetahui bahwa
penghasilan Anda tidak besar.

2. Atau sebaliknya, Anda tidak ingin istri Anda tahu bahwa penghasilan
Anda terlalu besar.

3. Anda menganggap bahwa masalah penghasilan adalah masalah yang sangat
pribadi untuk diungkapkan, termasuk kepada istri Anda sendiri. Jadi
bukan perkara besar atau kecilnya.

Memberitahukan penghasilan Anda kepada istri Anda memang bukan salah
satu syarat yang harus dijalankan dalam membangun komunikasi keuangan
yang baik antara suami-istri. Tapi, bila suami- istri memang menjalankan
komunikasi keuangan yang baik, maka dengan sendirinya Anda akan dengan
sukarela memberi tahu berapa jumlah penghasilan yang Anda dapatkan
setiap bulannya.

Ada beberapa keuntungan kalau Anda mau memberitahukan gaji Anda kepada
istri Anda:

1. Istri Anda bisa bertambah baik dalam mengatur anggaran keluarga
karena dia tahu berapa batas yang bisa dia capai.

2. Komunikasi keuangan antar suami-istri diharapkan juga akan makin baik
karena dengan memberitahukan berapa yang Anda hasilkan, ini menunjukkan
bahwa Anda cukup terbuka. Keterbukaan adalah salah satu syarat
terjalinnya komunikasi keuangan dengan baik antara suami-istri.

Persiapan Keuangan Menyongsong Kelahiran Bayi

Persiapan Keuangan Menyongsong Kelahiran Bayi
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 686/XIV

Anda akan punya bayi? Wah, selamat. Jangankan Anda, saya sendiri pasti
akan ikut senang bila mendengar ada orang lain yang akan segera memiliki
anggota baru dalam keluarganya.

Bagaimana tidak? Lahirnya seorang bayi seringkali memberikan semangat
baru dalam sebuah keluarga. Malah semangat tersebut seringkali malah
sudah muncul sekitar 8 - 9 bulan sebelumnya ketika si orang tua
mendapatkan berita kehamilan dari dokter. Dan ? bisa ditebak — puncak
kebahagiaannya adalah ketika si anak betul-betul sudah lahir.

Apa yang selanjutnya terjadi? Si bayi makin lama makin besar.
Pelan-pelan dia sudah mulai berjalan. Mungkin awalnya masih
tertatih-tatih, tapi lama kelamaan dia sudah mulai berlari walaupun
masih agak kaku. Kemudian, hanya dalam beberapa bulan atau tahun, Anda
akan melihatnya berlari kesana kemari menubruk apa saja yang ada di
depannya sambil berteriak-teriak berisik, dan Anda akan segera mengingat
kembali ketika dia masih berada di dalam perut Anda. Seperti sekarang.

Sebagai seorang Perencana Keuangan, bila Anda memiliki seorang bayi yang
mungkin belum lahir, tidak ada lain yang bisa saya lakukan kecuali
menyarankan Anda untuk mempersiapkan keuangan keluarga dalam menyongsong
kelahiran bayi tersebut.

Kenapa Anda harus mempersiapkan keuangan dalam menyongsong kelahirannya?
Jelas dong, ketika si anak masih berada dalam perut Anda, setiap satu
atau dua kali sebulan Anda harus pergi memeriksakan kandungan Anda ke
seorang dokter spesialis kandungan. Itu butuh biaya. Kemudian ketika
Anda melahirkan, itu juga butuh biaya. Belum lagi kalau kelahirannya
menggunakan alat, induksi maupun operasi caesar, maka biayanya bisa
lebih besar lagi.

Kemudian Anda juga harus keluar uang untuk membeli segala macam
perlengkapan bayi. Mulai dari kereta dorong, baju (yang dengan cepat
akan menyusut karena anak Anda tumbuh makin besar dari hari ke hari),
botol susu, pampers, dan lain sebagainya.

Bahkan bukan hanya itu. Dengan adanya berita kehamilan dari dokter,
mungkin sudah saatnya juga bagi Anda berdua untuk mengevaluasi lagi
kebiasaan belanja keluarga selama ini, karena ini adalah saatnya untuk
menambah tabungan dalam keluarga.

Di bawah ini, saya akan memberikan sejumlah langkah keuangan yang perlu
Anda lakukan apabila pada saat ini Anda sedang menyongsong kelahiran
seorang bayi.

1. Segera tentukan di mana Anda akan melahirkan, dan cek biayanya.
Hal ini penting agar Anda bisa mengetahui berapa perkiraan biaya
persalinan yang mungkin akan Anda keluarkan. Pilihan tempat melahirkan
biasanya ada dua: Di RS/Klinik Umum atau RS/Klinik Bersalin.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu memilih lokasinya. Apakah di RS Itu
atau RS Ini. Kebanyakan keluarga sering memilih lokasi bersalin yang
dekat dengan tempat tinggalnya. Tidak masalah. Yang penting, setelah
Anda memilih lokasi, coba hubungi mereka untuk mengecek berapa perkiraan
biaya yang diperlukan bila Anda ingin melakukan persalinan di situ.

Kalau perlu, lakukan tur kecil-kecilan ke tempat itu untuk melihat
suasananya. Penting sekali bagi Anda untuk merasa nyaman bila melakukan
persalinan di tempat itu. Bila tak punya kendaraan pribadi, pastikan
Anda sudah menganggarkan untuk transportasi pada saat persalinan (sewa
mobil, taksi, atau ambulans).

2. Cek apakah Biaya Persalinan Anda ditanggung oleh kantor/tempat kerja
Anda atau suami Anda.
Bila memang, ya, apakah diganti sepenuhnya? Ataukah hanya sebagian?
Dengan begitu Anda bisa memperkirakan berapa biaya yang mesti Anda
siapkan untuk perawatan persalinan. Kalau perlu periksa juga apakah
penggantian tersebut juga mengganti biaya-biaya yang Anda keluarkan
untuk kunjungan ke dokter kandungan.

3. Mulailah menabung untuk menyongsong kelahiran itu.
Bila kantor tidak memberikan penggantian tersebut, maka Anda dan suami
Anda harus menyiapkan sendiri dana persalinan itu. Ada dua cara menabung
yang bisa digunakan. Yang pertama adalah dengan menabung secara rutin
setiap bulan. Yang kedua adalah dengan menabung sekali saja. Cara kedua
bisa digunakan kalau pada saat ini Anda sudah memiliki sejumlah dana
yang bisa dimanfaatkan.

Ke mana Anda bisa menabungkan uang Anda? Hanya ada dua produk investasi
yang saya sarankan: Yang pertama adalah tabungan. Ini karena tabungan
tidak akan berkurang nilai nominalnya dan bisa diambil sewaktu-waktu.

Bila Anda melakukan investasi sekali saja, maka Anda mungkin bisa
memasukkan uang Anda ke alternatif investasi yang kedua, yaitu deposito.
Anda bisa memilih deposito dengan jangka waktu yang pendek-pendek saja,
seperti deposito berjangka waktu satu bulan. Dengan demikian, setiap
satu bulan sekali Anda bisa mengevaluasi apakah Anda akan tetap menaruh
uang Anda di deposito itu, atau mengambilnya apabila diperlukan.

4. Mulai menabung untuk keperluan bayi.
Tidak hanya biaya persalinan yang perlu Anda siapkan. Penting juga agar
Anda mempersiapkan dana untuk segala macam keperluan bayi selama
beberapa bulan pertama seperti sabun, bedak, baby oil, sampo, pakaian
dan lain-lainnya. Sedangkan untuk biaya kebutuhan biaya sehari-hari
seperti susu dan makanan bayi, sebaiknya dimasukkan dalam anggaran
belanja bulanan Anda sehari-hari.

5. Ambil asuransi jiwa.
Bila suami Anda adalah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga,
sarankan ia untuk segera memiliki asuransi jiwa. Santunan asuransi jiwa
bisa digunakan untuk membayar pengeluaran keluarga akibat meninggalnya
si pencari nafkah. Dan yang terpenting, santunan asuransi jiwa juga bisa
mengganti pembayaran biaya persalinan dan segala macam pengeluaran untuk
keperluan bayi Anda nanti.

Sumber: http://www.perencanakeuangan.com

My Partners