Kenapa ya Imlek Serba Merah ?

Warna merah ada di mana-mana saat memasuki Tahun Baru
Imlek. Lampion bundar berwarna merah, baju-baju khas Tionghoa juga
merah. Kenapa ya? Apa makna di balik warna ini?

Peneliti dan Budayawan Tionghoa, David Kwa menjelaskan, warna merah
bermakna kebahagiaan. Nah, memasuki tahun baru ini, diharapkan segala
kesedihan dan ‘kegelapan’ akan sirna dan berganti dengan kebahagiaan.

“Merah itu warna bahagia, juga unsur dari ‘yang’. Warna merah juga
warna panas, warna matahari, api. Jadi, diharapkan pada tahun baru
ini, ada suasana kebahagiaan dan suasana yang negatif pergi,” ungkap
David, Kamis (7/2).

Pakar pernikahan Tionghoa peranakan ini juga menjelaskan, selain
merah, warna dominan lainnya adalah kuning dan emas. Tak jauh berbeda,
kedua warna ini juga diharapkan membawa aura positif, karena merupakan
lambang kemakmuran.

Makna tahun baru Imlek sendiri, kata David, mengalami perubahan
dibandingkan masa kecilnya dulu. Makna besar tahun baru Imlek, adalah
“family fair” atau perayaan keluarga. Seharusnya, menurut dia, Imlek
dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga besar dan melakukan reuni
dengan anggota keluarga yang lama tak bertemu.

Kata David Imlek adalah perekat antargenerasi, antara anak, orangtua
dan leluhurnya. Tapi sepertinya sekarang bergeser, orang banyak yang
merayakannya di vihara, main Barongsai, pasang lilin dan lain-lain.
“Ya boleh-boleh saja, jadi kembangnya lah. Tapi makna utamanya tetap
merayakannya bersama keluarga. Sekarang sudah jarang kelihatan yang
seperti itu. Padahal itu yang harus ditekankan, bukan hura-huranya,”
kata David.

Perayaan meriah, lanjut David, baru dirayakan setelah Cap Go Meh, atau
hari ke-15 pada bulan pertama tahun baru. Misalnya, mengadakan
pertunjukan-pertunjukan yang bisa dinikmati bersama di ruang publik.

SAS

Dikutip dari
http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.07.11442747&channel=1&
mn=10&idx=87


Leave a Reply

My Partners