Pahami Siklus Hidup Finansial Anda
Pahami Siklus Hidup Finansial Anda
Oleh: Mike Rini
Dikutip dari Danareksa.com
Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda
Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi,
balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka
berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu
berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di
usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja
dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif
yang bergulat dengan tagihan kartu kredit Menjelang pensiun di usia
sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah
punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja,
cari aman deh!
Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci
keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia - yang saya
kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan
untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita
lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang
dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar
hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu
memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai
dengan usianya juga.
Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri
pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan
jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang
maupun sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang
ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain
didalamnya.
Usia Sekolah Dasar sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di
usia 20-an
- Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku
sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang
tua. ?Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. ?
kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan
remajanya. Hanya saja memang tidak seindah kenyataannya jika berkaitan
dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya
meminta uang pada orang tua. Tidak.
- Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai
orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkian
memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu
mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan
naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika
harus mengandalkan orang tua.
Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool & gaul. Lebih
bebas menntukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali
mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. Asalkan
bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan,
maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil
kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang
memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak
bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah,
Di usia 20-an
- Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan
belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa
membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang
tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan
setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara
jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. Jadi untuk
membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan
sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya
pendidikan Anda. Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan
tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya
menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. Hanya
jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang
dihabiskan, Maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan
sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai
keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih
lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin
menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi
uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.
- Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama? Penghasilan
Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun
kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan
anggaran yang sudah direncanakan.
- Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja.
Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa
menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan
bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang
nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga
tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening
gaji,
- Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah
dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang
sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu
besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada
perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening
tabungan
- Mulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh
panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada
salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata
terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan
tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri,
bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari
pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga
keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransi
- Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau
terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk
mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak
mencover biaya ini.
Di usia 30-an
- Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali
mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah
memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami
derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat
- Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan
anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan
pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi
lain.
- Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih
lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit
kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain
yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan anda
- Jangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian
seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran
- Pastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak
terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan
penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk
berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.
- Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat
surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa
sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga
yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai
urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah
kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman
dalam membuat surat wasiat.
- Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah
memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.
- Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah
mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan
hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa
membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.
- Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap
kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga
investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah
diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.
Di usa 40-an
- Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap
tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan
investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap
kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah
terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.
- Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil,
apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover
risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah
berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan
asuransi jiwanya juga disesuaikan
- Pastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya
sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo
terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya
jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk
memperpanjang jangka waktunya.
- Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup
besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau
seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat
Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.
Di usia 50-an
- Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun
Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika
dana yang terkumpul masih jauh dari target,
- Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko
tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara
proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah,
- Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran
cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun,
- Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang
mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang
terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini
benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur
hidup Anda,
Di usia pensiun, 55 atau 60-an
- Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program
pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari
perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total
dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal
mengemabil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan
sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak
terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan
bunga.
- Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek,
segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa
mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya
secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali
pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya
belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan
segan-segan utnuk mengajukan klaim
- Barangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan
oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim
hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak
pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.
- Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa
menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah,
bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkina Anda bisa
mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.
- Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang
fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan
Anda.
- Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda
inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan
anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut,
- Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk
mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan. Kedengarannya memang
sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan
sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi
kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan
Salam
Mike Rini
Perencana Keuangan



February 9th, 2008 20:16
[…] satu postinggan yang membuat saya perlu berpikir kembali tentang siklus hidup financial saya. Jujur saya orangnya Boros dan gak boleh punya uang lebih, pasti habis buat beli baju dan hal […]