Siklus Investasi Sepanjang Usia
Menentukan komposisi aset investasi yang Anda miliki, memilih saham
yang menjadi andalan dan toleransi Anda terhadap risiko, merupakan
hal-hal yang penting dalam sebuah perencanaan investasi. Tujuan
keuangan jangka panjang serta berapa lama waktu yang Anda miliki untuk
mencapainya lebih penting lagi dalam sebuah proses investasi.
Apa tujuan keuangan keluarga Anda? Tentunya setiap individu atau
keluarga memiliki prioritas masing-masing. Akan tetapi, individu yang
berada dalam batas usia yang sama, kecenderungan untuk menghadapi
permasalahan atau memiliki tujuan keuangan yang relatif sama. Oleh
karena itu dalam pembahasan kali ini kami mencoba untuk memberikan
gambaran umum, tujuan keuangan atau investasi yang dilakukan individu
dalam beberapa batas usia.
Usia 20-an dan 30-an
Dalam batas usia 20-an sampai 30-an, Anda mungkin memiliki banyak
impian yang ingin dicapai, tapi terbentur dengan keterbatasan dana
yang dimiliki. Anda ingin menyekolahkan anak-anak Anda ke sekolah yang
memiliki reputasi baik. Anda ingin membeli rumah, di mana keluarga
dapat bertumbuh dan berkembang. Anda juga ingin pensiun lebih awal
dari kebanyakan orang. Hal ini semua terkadang membuat Anda seperti
kelebihan beban. Bagaimana Anda dapat memulai langakah ini?
Langkah awal dalam memulai perencanaan bila Anda berada dalam batas
usia ini adalah melihat kembali dana darurat yang Anda miliki.
Menempatkan dana untuk digunakan dalam keadaan darurat sepertinya
tidak menguntungkan, terutama bila Anda banyak mendengar investasi
yang memberikan tingkat pengembalian yang tinggi.
Tapi harus diingat, sebelum Anda terjun ke dalam proses investasi,
Anda harus memiliki dana darurat yang cukup bila terjadi sesuatu,
seperti Anda sakit dan harus dirawat di rumah sakit atau Anda di PHK
perusahanaan. Sebaiknya Anda memiliki minimal antara 3 sampai 6 bulan
biaya pengeluaran bulanan yang Anda alokasikan sebagai dana darurat.
Penempatan dana ini sebaiknya dalam investasi dengan tingkat
likuiditasnya tinggi. Tabungan, deposito maupun reksadana pasar uang,
dapat menjadi bagian alternatif penempatan. Tentunya, jenis investasi
ini juga dapat menjadi tempat untuk dana yang Anda butuhkan kurang
dari 3 tahun. Bila Anda ingin membeli rumah dalam 2 tahun ke depan,
mungkin sebaiknya Anda menempatkannya dana uang muka Anda dalam
jenis-jenis investasi tersebut.
Waktu Adalah Sahabat
Untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti mempersiapkan
dana pendidikan bagi anak-anak Anda dan dana pensiun, Anda harus
mengumpulkan sejumlah kekayaan atau aset yang besar. Kesempatan
terbaik Anda adalah dengan menginvestasikan dana dalam saham atau
reksadana saham secara regular. Walaupun Anda memiliki keterbatasan
dana untuk diinvestasikan, Anda memiliki satu hal yang sangat bernilai
yaitu waktu. Bila Anda memulai untuk investasi di usia muda misalkan
20-an, Anda memiliki keuntungan atau keunggulan dari mereka yang
memulainya di usia 40-an.
Sebagai contoh, bila Anda memulai di usia 30 investasi Rp
100,000/bulan secara regular, Anda akan mengumpulkan hampir Rp 400
juta atau lebih tepatnya Rp 379,663,805 di saat usia Anda 65 tahun,
dengan asumsi tingkat pengembalian 10 persen. Akan tetapi bila Anda
menundanya sampai usia Anda memasuki 45 tahun, target jumlah Rp.
379,663,805 menjadi sangat memberatkan. Dari perhitungan untuk
mencapai nilai tersebut Anda harus investasi hampir Rp 500,000 atau Rp
499,975/bulan sampai usia Anda 65 tahun.
Pertanyaan selanjutnya, berapa besar yang seharusnya dialokasikan
untuk tujuan dana pensiun? Bila Anda menginginkan pensin lebih
dini?misalkan di usia 55 tahun?sangat penting bagi Anda untuk
memulainya dengan jumlah atau persentasi yang cukup besar, yaitu
sekitar 20 persen dari pendapatan bersih bulanan. Secara umum, minimal
Anda mengalokasikan 10 persen dari penghasilan bersih untuk tujuan
dana pensiun.
Bila Anda tidak sanggup untuk menyisihkan 10 persen Anda dapat
memulainya hanya dengan 5 persen atau malah 1 persen. Yang terpenting
di sini adalah Anda memulai melangkah untuk mencapai tujuan keuangan
yang diinginkan. Dan tingkatkan persentasinya bila Anda bisa.
Reksadana Saham/Campuran
Bila Anda memilih investasi coba Anda pelajari mengenai saham, baik
itu langsung di pasar modal maupun melalui perusahaan sekuritas dengan
reksadana saham atau campuran. Mengapa reksadana saham atau campuran?
Pertama, investasi dalam reksadana memiliki beberapa keunggulan,
kapital yang dibutuhakn rendah merupakan salah satunya. Hal ini sesuai
dengan kondisi Anda, di mana Anda hanya memiliki dana yang terbatas
untuk diinvestasikan.
Kedua, Anda dapat melakukan otomatisasi, di mana perusahaan reksadana
akan memotong langsung secara regular dari tabungan yang Anda miliki.
Ketiga, Anda juga bisa ikut bermain di pasar modal walau tidak
langsung dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang
cukup besar. Tapi ingat di sisi lain selalu ada risiko yang
menyelimuti. Oleh karena itu kami menganjurkan agar Anda mempelajari
seluk-beluk investasi di mana Anda akan bermain.
Bila Anda memulainya di usia muda dan melakukan secara regular, Anda
dapat mengurangi tingkat risiko dengan melakukan testing pasar melalui
strategi ?Dollar-cost averaging?. Strategi ini dilakukan dengan
menempatkan dana dalam jumlah yang sama dan dilakukan secara regular
misalkan bulanan, walau pasar sedang menurun maupun meningkat.
Bila pasar atau NAB reksadana sedang naik, maka Anda mendapatkan
jumlah unit yang sedikit. Sedangkan bila pasar atau NAB reksadana
menurun, maka Anda mendapatkan jumlah unit yang lebih besar. Dengan
pertumbuhan yang dialami dalam jangka panjang, pada akhirnya Anda
mendapatkan jumlah unit dengan harga lebih mahal dibandingkan dengan
harga belinya.
Usia 40-an dan 50-an
Bila di saat muda atau di usia 20-an sampai 30-an Anda gagal untuk
memulai investasi, waktu ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk
mengejar ketinggalan. Apalagi, di batas usia ini Anda menghasilkan
jumlah dana yang lebih dari pada 10 tahun yang lalu. Akan tetapi
beberapa permasalahan timbul, seperti kebutuhan akan biaya sekolah
anak-anak Anda atau cicilan rumah yang harus Anda keluarkan setiap
bulan.
Walau ada kebutuhan keuangan yang harus Anda penuhi, sangat penting
bagi Anda di masa ini meningkat jumlah dana untuk masa-masa pensiun
nanti. Bila Anda belum mencapai jumlah dana yang cukup di usia ini,
sebaiknya Anda memulainya sekarang dan usahakan dalam jumlah yang
cukup siknifikan.
Bila Anda tidak melakukan sekarang, maka akan sangat sulit bagi Anda
untuk dapat merasakan masa-masa pensiun yang tenang jauh dari
permasalahan keuangan. Bagi mereka yang menundanya sampai masuk usia
ini, maka sebaiknya Anda mengalokasikan minimal 20 persen dari
pendapatan bersih bulanan keluarga.
Bila masa ini Anda mengabaikan untuk meningkatkan kontribusi Anda
dalam investasi untuk pensiun maka Anda akan dihadapi dengan
permasalahan serius, di mana pada saat ini waktu bukan lagi menjadi
teman Anda. Dalam masa ini hanya ada dua hal yang bisa dilakukan yaitu
meningkatkan penghasilan Anda atau terus meningkatkan kontribusi Anda
untuk masa-masa pensiun.
Pemutusan hubungan kerja bisa saja terjadi di masa-masa ini, sebaiknya
Anda mempertimbangkan dampaknya terhadap kondisi keuangan Anda. Dalam
hal ini Anda sebaiknya juga menganalisa ulang kebutuhan akan proteksi
atau dana darurat yang selama ini Anda alokasikan bagi keluarga.
Apakah proteksi atau dana yang selama ini disiapkan memang memadai
untuk kelangsungan kehidupan berkeluarga bila terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan. Jangan sampai, semua upaya atau perencanaan yang
telah Anda lakukan hancur karena kurangnya persiapan menghadapi ?rainy
day?.
Sebaiknya investasi yang Anda lakukan tetap berada dalam reksadana
saham atau campuran. Komposisi investasi sebaiknya Anda lakukan jangan
hanya menempatkan dalam reksadana saham. memang sebagian besar
sebaiknya dialokasikan di reksadana saham walau tetap memantapkan
dalam beberapa jenis investasi yang memiliki risiko yang lebih rendah.
Tentunya Anda harus melihat dan mempertimbangkan toleransi risiko yang
bisa Anda ambil.
Usia 60-an ke Atas
Begitu Anda memasuki usia 60-an, Anda tentunya sudah memiliki
pengalaman dan pengetahuan mengenai investasi. Hal ini merupakan
sesuatu yang baik, karena Anda membutuhkan di masa pensiun nanti.
Setelah Anda menyelesaikan masa kerja Anda di perusahaan, standar
biaya kehidupan Anda ditopang oleh dana pensiun yang telah Anda
siapkan, baik itu berupa program dana pensiun atau tabungan atau
investasi yang Anda lakukan.
Apakah ini menakutkan? Tidak usah. Pikirkan bahwa ini merupakan
kesempatan bagi Anda untuk memulai sesuatu selama masa pensiun yang
Anda akan lalui. Bila Anda mengelola keuangan Anda dengan bijak selama
masa pensiun, kami yakin Anda tidak akan merasakan kesusahan keuangan
selama masa pensiun.
Untuk mencapai keinginan hidup sejahtera selama pensiun, investasi
yang Anda lakukan juga sebaiknya dalam reksadana saham atau campuran,
walau kompoisisnya saat ini akan lebih berkurang.
Kebutuhan akan biaya hidup akan selalu meningkat, dengan tetap
mengkombinasikan investasi yang memberikan potensi keuntungan yang
besar atau petumbuhan adalah solusinya.
Bila Anda pensiun di usia 65, maka Anda paling tidak masih memiliki 20
tahun untuk dijalani. Sangat sedikit individu yang mengumpukan aset
pensiun yang sangat besar, sehingga Anda dapat hidup hanya dari bunga
yang dihasilkan selama 20 tahun ke depan.
Bila Anda mengikuti program dana pensiun, pada saat ini Anda
memperoleh dana sekaligus (lump sum) yang cukup besar. Dana ini dapat
Anda alokasikan untuk investasi guna memenuhi kenaikan biaya hidup
selama masa pensiun nanti. Mengapa? Karena mungkin inilah pendapatan
yang terbesar yang bisa Anda dapatkan pada masa ini atau menjual aset
seperti rumah untuk tinggal di tempat yang lebih kecil. Dengan semakin
tingginya ekspektasi hidup sekarang ini maka mempersiapkan dana selama
masa pensiun harus dipikirkan dengan masak.
Demikianlah beberapa investasi yang bisa Anda lakukan dengan
berjalannya usia Anda. yang terpenting di sini adalah Anda memulainya
sekarang. Walau dengan keterbatasan dana yang Anda miliki, Anda dapat
mencapai nilai yang fantastis dengan waktu sebagai penolong Anda.
Sarana investasi yang Anda pilih sesuaikan dengan profil toleransi
Anda terhadap risiko. Semoga memberikan masukan kepada Anda, pembaca
setia rubrik Eureka. n
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN
KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL)
yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi
Lubis.
Tulisan ini dikutip dari:
http://www.keuangan-pribadi.com/siklus-investasi-sepanjang-usia/



February 16th, 2008 06:35
Wah pengguna theme dari mas Hadi juga ya… salam kenal !