Archive for the 'Keuangan' Category

Sukses Berinvestasi ala Waren Buffet

Sukses Berinvestasi ala Waren Buffet
Bagian 1 dari 6 bagian

PILIHLAH KESEDERHANAAN BUKAN KOMPLEKSITAS
Banyakorang percaya bahwa berinvestasi di pasar modal itu rumit,
misterius dan penuh resiko, sehingga hanya mereka yang berpengetahuan
dan berpendidika tinggilah yang mampu melakukannya. Seringkali mereka
jadi tergantung pada rumus-rumus matematika rumit, program computer yang
canggih, grafik dan analisa teknikal yang sulit. Warren Buffet telah
menunjukkan bahwa semua hal itu hanyalah mitos.
Prinsipnya dalam memilih suatu saham amat sederhana, yaitu pilihlah
saham dari perusahaan yang bisnisnya solid, mudah dipahami, telah
bertahan lama dan terbukti menguntungkan. Ia tidak pernah berinvestasi
pada bisnis yang tidak ia pahami. Misalnya perusahaan dotcom atau
hitech, akan dihindarinya. Prinsipnya adalah cari perusahaan yang bagus
fundamentalnya, dikelola oleh tim yang solid dan jujur, serta harga
sahamnya dibawah harga seharusnya.

PUTUSKAN SENDIRI INVESTASI ANDA
Waren yakin bahwa tiap orang bisa sukses berinvestasi tanpa bantuan
pialang, pakar pasar modal dsb. Alasannya, investor atau pakar
professional ingin menumbuhkan anggapan bahwa berinvestasi di pasar
modal terlalu rumit bagi kebanyakan orang, karena ini berarti bagus bagi
bisnis mereka. Berapa banyak kita dengar bawa seseorang yang
mempercayakan uang pensiun atau tabungannya yang menyusut banyak
gara-gara dipercayakan kepada pialang atau manajer investasi yang
bertransaksi sebanyak banyaknya pada saham yang salah untuk mengejar
komisi ?
Cuma diperlukan sedikit pengetahuan akuntansi dan pasar keuangan untuk
bisa menemukan saham yang dalam istilah Buffett “mencari selembar uang
Dollar yang dijual seharga 40 sen”. Hal ini berarti tiap orang perlu
fokus pada investasi nilai, tanpa harus tergantung pada orang lain.
Mulailah dengan banyak membaca jurnal dan laporan keuangan dalam majalah
atua surat kabar.

PERTAHANKAN TEMPERAMEN YANG TEPAT
Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan yang saamnya Anda pegang
sedang dalam masa yang buruk ? Akibat perubahan peraturan pemerintah
misalnya. Coba lihat saham TLKM atau ISAT yang dapat mewakili situasi
ini.
Dikoran-koran tertulis rekomendasi “jual” atau hindari dulu saham ini.
Reaksi dan respon Anda terhadap perkembangan-perkembangan ini memainkan
peranan yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda.
Investor yang bijak akan tetap tenang dalam menghadapi
peristiwa-peristiwa negative.
Buffett sama sekali tidak menjual sama Washington Post yang di miliki,
ketika masa resesi Amerika tahun 1960, melewati masa perang, sampai
akhirnya sekarang saham Wasington Post telah naik harga beribu-ribu
persen dari harga semula.
Sarannya di sini adalah beli dan pertahankan saham-saham dari perusahaan
yang hebat, dan pertahankanlah bertahun-tahun. Tutup mata telinga dari
berita, rumor dan analisa negative tentang saham ini.

BERSABARLAH
Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan.
Saran Buffett, jika Anda tidak siap memegang suatu saham untuk satu
decade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut. Bayangkanlah
seolah-olah Anda membeli saham, dan keesokan harinya bursa akan tutup
selama lima tahun.
Perlu diingat bahwa beberapa pasar benar-benar bermusuhan dengan orang
yang suka keluar masuk, dan cukup ramah terhadap mereka yang membeli dan
mempertahankan. Hal ini dikarenakan keluar masuk, selain akan
meningkatkan biaya transaksi seperti broker fee dan VAT, juga mereka
seringkali kehilangan moment ketika harga saham naik secara
besar-besaran, akibat “peluru” nya “nyangkut” karena sudah keburu
dibelikan saham lain dan nilainya makin lama makin kecil karena
kebanyakan Cut Loss.

Disadur dari milis, tulisan dibuat oleh waren.bufet@yahoo.com

Sebelas Tanda Bahwa Anda Lebih Cocok Menjadi Entrepreneur

Berikut ini adalah “Sebelas Tanda Bahwa Anda Lebih Cocok Menjadi
Entrepreneur”.

01. Jika Anda adalah jenis manusia yang tidak bisa dipekerjakan. Anda
sulit
memegang jabatan. Anda tidak menginginkannya, seperti seekor kucing yang
diminta mandi.

02. Jika Anda anti otoritas. Anda pembangkang atau pemberontak. Di
kepala
Anda, Anda hanya ingin menjadi boss, presiden, presdir, kaisar, raja,
atau
baginda.

03. Jika Anda punya semacam kharisma yang bisa membuat orang lain
bergerak.
Cobalah telusuri lagi diri Anda dan pengaruh Anda pada lingkungan
terdekat
di sekitar Anda.

04. Jika Anda tidak pernah lelah untuk terus mencari segala alternatif
peluang ekonomis, di manapun dan kapanpun. Anda bisa melakukannya karena
kepepet, atau karena memang suka saja. Anda sering terjebak, bukan oleh
event tapi oleh berbagai analisis ekonomis. Di bioskop, Anda bukan
menonton
film, eh malah sibuk menghitung-hitung berapa keuntungan pemilik
bioskop,
penghasilan aktor film itu, atau produsennya di Hollywood.

05. Jika Anda terus memikirkan berbagai hal dalam konteks lebih mudah,
lebih
cepat, lebih murah, lebih efisien, lebih efektif, ketimbang cara-cara
yang
sudah biasa.

06. Jika Anda bisa dengan senang hati melepaskan berbagai keamanan dan
kenyamanan, untuk menerjuni dunia lain yang dipenuhi petualangan dan
teror.

07. Jika Anda bisa melihat dan meyakini bahwa keterbatasan uang,
pengetahuan, atau pengalaman bukanlah penghalang. Anda sanggup bersaing.

08. Jika Anda lebih senang pada faktor kali ketimbang faktor tambah.
Anda
lebih suka 2×2 ketimbang 2+2.

09. Jika Anda bisa dengan senang hati menggadaikan rumah Anda atau rumah
mertua Anda, saat memulai sebuah bisnis. Hati-hati dengan yang satu ini.

10. Jika Anda bisa memprediksi, bahwa dalam lima tahun Anda bisa membeli
Argentina dan kemudian menjualnya kepada Brazil.

11. Jika Anda sudah E.D.A.N. sehingga Anda memang benar-benar secara
total
sudah merasa N alias Nothing To Lose.

Cobalah Anda pertimbangkan kecocokan profil Anda dengan sebelas poin di
atas. Jika Anda masih belum merasa memiliki karakteristik di atas, maka
ada
dua opsi untuk Anda.

1. Anda memang bukan orang yang cocok menjadi entrepreneur. Anda boleh
menjadi pegawai orang lain dengan syarat Anda memang nyaman dengan dunia
itu.

Jalani, dan tunggulah saat pensiun datang. Ketika itu, Anda sekali lagi
akan
dihadapkan pada profilisasi dengan sebelas poin di atas sekali lagi.
Saat
itu, Anda tak akan punya pilihan lain kecuali memutuskan untuk menjadi
entrepreneur.

Anda mungkin senang hanya duduk di kursi goyang seharian dan menikmati
tabungan di saat pensiun. Tapi ingat, Anda mungkin sudah 30 tahun lebih
terbentuk menjadi orang yang bekerja setiap hari. Anda tidak mungkin
lagi
menganggur, karena sifat itu sudah hilang dari diri Anda. Anda tak bisa
hanya tinggal diam. Anda pasti punya mimpi lanjutan.

2. Anda ingin atau telah memiliki sepuluh karakteristik di atas, tapi
Anda
masih diliputi keraguan dan kebimbangan. Jika ini yang Anda rasakan,
Anda
harus mundur dua langkah ke belakang plus Anda harus mendapatkan
karakteristik yang nomor “11″ di atas.

Sebelas poin di atas, sebagian besarnya sudah termasuk dalam wilayah
“strategi”. Mundurlah kembali saat ini juga, untuk memperbaiki “beliefs”
dan
memperkuat “dreams” Anda.

Untuk manapun yang Anda pilih, dan untuk manapun yang menjadi posisi
Anda
saat ini, mulailah menjadi pembelajar entrepreneurship dengan BDSA
sekarang
juga.

Diambil dari salah satu artikel di mailing list yang dikirim kan oleh
ikhwan.sopa@gmail.com

Persiapan Keuangan Menyongsong Kelahiran Bayi

Persiapan Keuangan Menyongsong Kelahiran Bayi
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 686/XIV

Anda akan punya bayi? Wah, selamat. Jangankan Anda, saya sendiri pasti
akan ikut senang bila mendengar ada orang lain yang akan segera memiliki
anggota baru dalam keluarganya.

Bagaimana tidak? Lahirnya seorang bayi seringkali memberikan semangat
baru dalam sebuah keluarga. Malah semangat tersebut seringkali malah
sudah muncul sekitar 8 - 9 bulan sebelumnya ketika si orang tua
mendapatkan berita kehamilan dari dokter. Dan ? bisa ditebak — puncak
kebahagiaannya adalah ketika si anak betul-betul sudah lahir.

Apa yang selanjutnya terjadi? Si bayi makin lama makin besar.
Pelan-pelan dia sudah mulai berjalan. Mungkin awalnya masih
tertatih-tatih, tapi lama kelamaan dia sudah mulai berlari walaupun
masih agak kaku. Kemudian, hanya dalam beberapa bulan atau tahun, Anda
akan melihatnya berlari kesana kemari menubruk apa saja yang ada di
depannya sambil berteriak-teriak berisik, dan Anda akan segera mengingat
kembali ketika dia masih berada di dalam perut Anda. Seperti sekarang.

Sebagai seorang Perencana Keuangan, bila Anda memiliki seorang bayi yang
mungkin belum lahir, tidak ada lain yang bisa saya lakukan kecuali
menyarankan Anda untuk mempersiapkan keuangan keluarga dalam menyongsong
kelahiran bayi tersebut.

Kenapa Anda harus mempersiapkan keuangan dalam menyongsong kelahirannya?
Jelas dong, ketika si anak masih berada dalam perut Anda, setiap satu
atau dua kali sebulan Anda harus pergi memeriksakan kandungan Anda ke
seorang dokter spesialis kandungan. Itu butuh biaya. Kemudian ketika
Anda melahirkan, itu juga butuh biaya. Belum lagi kalau kelahirannya
menggunakan alat, induksi maupun operasi caesar, maka biayanya bisa
lebih besar lagi.

Kemudian Anda juga harus keluar uang untuk membeli segala macam
perlengkapan bayi. Mulai dari kereta dorong, baju (yang dengan cepat
akan menyusut karena anak Anda tumbuh makin besar dari hari ke hari),
botol susu, pampers, dan lain sebagainya.

Bahkan bukan hanya itu. Dengan adanya berita kehamilan dari dokter,
mungkin sudah saatnya juga bagi Anda berdua untuk mengevaluasi lagi
kebiasaan belanja keluarga selama ini, karena ini adalah saatnya untuk
menambah tabungan dalam keluarga.

Di bawah ini, saya akan memberikan sejumlah langkah keuangan yang perlu
Anda lakukan apabila pada saat ini Anda sedang menyongsong kelahiran
seorang bayi.

1. Segera tentukan di mana Anda akan melahirkan, dan cek biayanya.
Hal ini penting agar Anda bisa mengetahui berapa perkiraan biaya
persalinan yang mungkin akan Anda keluarkan. Pilihan tempat melahirkan
biasanya ada dua: Di RS/Klinik Umum atau RS/Klinik Bersalin.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu memilih lokasinya. Apakah di RS Itu
atau RS Ini. Kebanyakan keluarga sering memilih lokasi bersalin yang
dekat dengan tempat tinggalnya. Tidak masalah. Yang penting, setelah
Anda memilih lokasi, coba hubungi mereka untuk mengecek berapa perkiraan
biaya yang diperlukan bila Anda ingin melakukan persalinan di situ.

Kalau perlu, lakukan tur kecil-kecilan ke tempat itu untuk melihat
suasananya. Penting sekali bagi Anda untuk merasa nyaman bila melakukan
persalinan di tempat itu. Bila tak punya kendaraan pribadi, pastikan
Anda sudah menganggarkan untuk transportasi pada saat persalinan (sewa
mobil, taksi, atau ambulans).

2. Cek apakah Biaya Persalinan Anda ditanggung oleh kantor/tempat kerja
Anda atau suami Anda.
Bila memang, ya, apakah diganti sepenuhnya? Ataukah hanya sebagian?
Dengan begitu Anda bisa memperkirakan berapa biaya yang mesti Anda
siapkan untuk perawatan persalinan. Kalau perlu periksa juga apakah
penggantian tersebut juga mengganti biaya-biaya yang Anda keluarkan
untuk kunjungan ke dokter kandungan.

3. Mulailah menabung untuk menyongsong kelahiran itu.
Bila kantor tidak memberikan penggantian tersebut, maka Anda dan suami
Anda harus menyiapkan sendiri dana persalinan itu. Ada dua cara menabung
yang bisa digunakan. Yang pertama adalah dengan menabung secara rutin
setiap bulan. Yang kedua adalah dengan menabung sekali saja. Cara kedua
bisa digunakan kalau pada saat ini Anda sudah memiliki sejumlah dana
yang bisa dimanfaatkan.

Ke mana Anda bisa menabungkan uang Anda? Hanya ada dua produk investasi
yang saya sarankan: Yang pertama adalah tabungan. Ini karena tabungan
tidak akan berkurang nilai nominalnya dan bisa diambil sewaktu-waktu.

Bila Anda melakukan investasi sekali saja, maka Anda mungkin bisa
memasukkan uang Anda ke alternatif investasi yang kedua, yaitu deposito.
Anda bisa memilih deposito dengan jangka waktu yang pendek-pendek saja,
seperti deposito berjangka waktu satu bulan. Dengan demikian, setiap
satu bulan sekali Anda bisa mengevaluasi apakah Anda akan tetap menaruh
uang Anda di deposito itu, atau mengambilnya apabila diperlukan.

4. Mulai menabung untuk keperluan bayi.
Tidak hanya biaya persalinan yang perlu Anda siapkan. Penting juga agar
Anda mempersiapkan dana untuk segala macam keperluan bayi selama
beberapa bulan pertama seperti sabun, bedak, baby oil, sampo, pakaian
dan lain-lainnya. Sedangkan untuk biaya kebutuhan biaya sehari-hari
seperti susu dan makanan bayi, sebaiknya dimasukkan dalam anggaran
belanja bulanan Anda sehari-hari.

5. Ambil asuransi jiwa.
Bila suami Anda adalah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga,
sarankan ia untuk segera memiliki asuransi jiwa. Santunan asuransi jiwa
bisa digunakan untuk membayar pengeluaran keluarga akibat meninggalnya
si pencari nafkah. Dan yang terpenting, santunan asuransi jiwa juga bisa
mengganti pembayaran biaya persalinan dan segala macam pengeluaran untuk
keperluan bayi Anda nanti.

Sumber: http://www.perencanakeuangan.com

My Partners