Archive for the 'Tips' Category

Membuka Usaha Sampingan

MEMBUKA USAHA SAMPINGAN

Oleh: Safir Senduk

Pada beberapa edisi lalu saya mengatakan ke-pada Anda bahwa untuk mendapatkan penghasilan tambahan ada empat cara yang bisa Anda lakukan. Yakni bekerja pada orang lain, bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, membuka usaha sampingan, atau melakukan investasi.

Dari keempat hal tersebut, membuka usaha sampingan biasanya merupakan cara yang cukup baik untuk mendapatkan peng-hasilan tambahan. Dengan membuka usaha sampingan, pertama-tama Anda mungkin harus terlibat penuh didalamnya. Tapi lama kelamaan, bila usaha itu besar, Anda bisa menyerahkan pengelolaannya pada orang lain, sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu. Sementara pemasukan terus berjalan.

Bandingkan dengan apabila Anda bekerja pada orang lain atau bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian. Bekerja pada orang lain jelas Anda harus mengikuti jam kerja yang disyaratkan. Sedangkan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, biasanya Anda bisa menentukan waktu kerja Anda sendiri, tapi tetap saja Anda akan sibuk

PENGHASILAN BISA BESAR

Jangan salah kira, usaha sampingan, apabila Anda jalankan dengan sungguh-sungguh bisa memberikan hasil yang sama ­ bahkan lebih besar ­ dibanding bila Anda bekerja dan mendapatkan gaji.

Saya pernah memperhatikan tukang sate yang berjualan di dekat rumah saya. Setiap hari, dari jam 17.00 - 24.00 (7 jam kerja), ia bisa menjual sekitar 250 tusuk sate ayam. Kalau satu tusuk dihargai Rp 400, maka ini berarti ia mendapatkan Rp 100 ribu sehari. Dalam sebulan, ia bisa bekerja sekitar 25 hari. Ini berarti pemasukannya sebulan mencapai Rp 2,5 juta. Saya pernah tanya berapa sih keuntungannya dari Rp 2,5 juta itu? Dia bilang sekitar 60 persen. Ini berarti keuntungannya adalah Rp 1,5 juta setiap bulan. Itu belum termasuk keuntungan dari penjualan lontongnya.

Tentu saja Anda tidak harus jadi penjual sate bila Anda memang tidak mau. Anda bisa membuka usaha lain yang mungkin lebih Anda kuasai seluk-beluknya. Prinsipnya di sini adalah apa pun usahanya, kalau Anda jalankan dengan serius, hasilnya bisa besar.

Pada awalnya yang namanya usaha mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Penghasilannya mungkin belum seberapa. Tapi itu karena usaha Anda mungkin belum dikenal orang banyak. Namanya juga masih baru. Lama kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda pasti akan mulai berkembang, sehingga hasil yang Anda dapatkan makin besar pula.

Tukang sate tadi misalnya. Saya yakin, pertama kali ia membawa dagangannya, orang mungkin masih ragu-ragu untuk mencoba satenya, karena orang baru pertama kali melihat tukang sate ini. Tapi lama kelamaan, orang mulai memesan satenya, dan akhirnya orang ini identik dengan sate. Setiap kali ia lewat di depan rumah saya, saya langsung teringat akan satenya. Itu bukti bahwa usaha apa pun membutuhkan pengenalan.

Orang harus kenal lebih dulu dengan usaha Anda, apa pun usaha itu. Entah toko, entah restoran kecil, entah usaha jahitan. Mungkin pengenalannya makan waktu satu tahun, dua tahun, atau mungkin hanya beberapa bulan, tergantung bagaimana promosi Anda. Setelah kenal, barulah selebihnya tergantung pada kualitas produk Anda. Bila sekali saja konsumen tak suka, seterusnya mereka kapok membeli produk Anda. Apa pun jenisnya. Karena itu, Anda juga harus menjaga kualitas produk agar sesuai keinginan konsumen.

TIDAK HARUS MENINGGALKAN PEKERJAAN

Siapa bilang bahwa Anda harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda sekarang bila Anda menjalankan usaha Anda? Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda. Anda bisa menjalankan usaha Anda sambil Anda tetap bekerja di pekerjaan Anda sekarang.

Hitung-hitung, Anda nantinya akan punya pendapatan yang dobel kan? Pertama-tama, mungkin pendapatan usaha Anda masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan Anda. Tetapi lama-lama, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda akan makin maju, dan pendapatan usaha Anda siapa tahu akan meningkat dan bisa menyamai gaji Anda?

Kemudian, siapa tahu juga pendapatan usaha Anda bisa meningkat lagi dan melebihi gaji Anda? Saya banyak melihat contoh orang yang merintis usaha sambil tetap mempertahankan pekerjaannya. Lama-lama ketika usahanya makin sukses, pendapatan dari usahanya meningkat, dan jumlahnya jauh melebihi gajinya. Sehingga ia memiliki pilihan apakah ia akan mempertahankan kedua pendapatannya, atau meninggalkan pekerjaannya dan terjun total 100 persen ke dalam usahanya dengan harapan agar penghasilan dari usahanya bisa makin besar.

Bagi Anda yang menjadi ibu rumah tangga dan hanya suami yang bekerja, mungkin bisa lebih enak lagi. Anda merintis usaha Anda, sementara suami Anda tetap mendapatkan gaji dari pekerjaannya. Masing-masing dari Anda sekarang menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Bukan begitu?

SIAP MELUANGKAN WAKTU

Kalau Anda menjalankan usaha Anda sambil masih tetap bekerja, maka Anda harus siap meluangkan waktu. Bagi Anda yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, Anda harus siap menyisihkan sekitar ­ mungkin ­ 4 jam setiap hari untuk mengurus usaha baru Anda. Bagi Anda yang juga bekerja di kantor, mungkin Anda harus siap menjalankan usaha Anda pada malam hari. Terserah Anda. Yang jelas, Anda harus memiliki komitmen untuk mau menjalankan usaha Anda, dan jangan kaget kalau nanti Anda akan lebih capek dari biasanya. Ini wajar, karena Anda menjalankan dua pekerjaan sekaligus kan?

Tapi apa yang membuat Anda mau lebih capek dari biasanya? Apa yang membuat Anda mau repot-repot menjalankan usaha Anda? Ini karena Anda ingin agar usaha Anda bisa berkembang kelak dan pengelolaannya bisa Anda serahkan ke anak buah Anda sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk keluarga Anda kelak sementara tetap men-dapatkan penghasilan. Jadi, Anda investasi waktu (mau lebih sibuk) sekarang, dengan harapan agar Anda mendapatkan waktu yang lebih banyak kelak. Jadi, sesibuk apa pun sekarang, kenapa Anda tidak luangkan waktu untuk merintis sebuah usaha?

PERLU DUKUNGAN KELUARGA

Minta dukungan dari keluarga Anda. Kalau perlu, ajak suami Anda untuk ikut membantu Anda. Libatkan suami Anda dari awal. Dengan demikian, suami Anda bisa ikut berperan dalam usaha Anda. Dukungan suami itu penting lo. Banyak usaha rumahan yang gagal karena tidak adanya dukungan suami.

Bukan berarti Anda tidak akan berhasil dalam usaha Anda bila tidak didukung suami, tapi memang akan sangat membantu kalau suami Anda ikut mendukung usaha Anda kan? Kalau perlu, jangan katakan pada suami bahwa ini adalah usaha Anda. Katakan padanya bahwa ini adalah usaha keluarga, bukan usaha Anda. Kelak kalau usaha ini besar, suami Anda bisa ikut terlibat di dalamnya. Bukankah akan mengasyikkan bila suami-istri bekerja bersama membangun usaha keluarga?

TIDAK HARUS SEKOLAH TINGGI

Apakah Anda adalah salah satu dari mereka yang tidak mengenyam sekolah tinggi? Apakah Anda cuma lulusan SMP? Apakah Anda cuma lulusan SMEA? Atau apakah Anda sama sekali tidak pernah sekolah dan hanya punya pengalaman?

Baca ini: Anda tidak harus mengenyam sekolah tinggi lebih dulu untuk bisa membuka usaha dan berhasil dalam usaha Anda. Kita sudah sering mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada banyak orang berhasil dalam membangun usahanya dari nol, meski tidak memiliki pendidikan tinggi. Liputan di NOVA, baik rubrik Profil maupun Peristiwa, sering menampilkannya.

Apa resepnya sehingga mereka bisa berhasil? Ketekunan dan motivasi untuk bisa berhasil. Yang lebih penting, ia ­ walaupun tidak sekolah tinggi ­mau belajar. Belajar tidak harus ditempuh dengan sekolah. Anda bisa belajar dari pengalaman Anda, dari buku, dan dari pengalaman orang lain (baik keberhasilan maupun kegagalannya). Satu lagi, mereka mau memulai usahanya dari kecil lebih dulu, sebelum lama-lama usaha itu menjadi besar. Percayalah, Anda punya kesempatan yang sama dengan saya, dan dengan orang yang lain untuk bisa berhasil, walaupun Anda tidak memiliki pendidikan tinggi sekalipun.

Jadi tunggu apa lagi? Tetapkan tekad untuk membuka usaha sampingan. Sekarang juga.

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 675/XIII

Sumber: ttp://www.perencanakeuangan.com/files/UsahaSampingan.html

Cara Mudah dapetin BCL

Walaupun masih pemula, kali ini aku mau bagi tips ah, mengenai cara mudah dapetin Bunga Citra Lestari BCL (baca: Back Link)

Tips ini ditujukan buat pemula yang lain.
Buat yang udah mahir, ga perlu baca kali ya… :D

Seperti kita ketahui bersama (sotoy mode:ON), semakin banyak backlink ke blog kita maka makin tinggi lah Page Rank (PR) blog kita, kalo PR udah tinggi, maka untuk mengkomersilkan alias cari uang lewat internet/blog kita, jadi lebih gampang, misal nya bisa lewat jualan link atau artikel/review di blog kita, seperti yang udah aku share di beberapa posting sebelumnya soal menulis review berbayar.

Tuk dapetin Bunga Citra Lestari Back Link, ada banyak cara nya, misalnya lewat submit ke directory (one way back link) atau tukeran link (two way Back Link) sama temen2 blogger yang lain. Cara lain nya adalah dengan memberikan komentar di blog orang lain, nah yang satu ini lah favorit ku.

Memberikan komentar di blog orang lain adalah cara mudah (dan cepat) tuk dapetin Bunga Citra Lestari BCL, dan kita juga bisa atur anchor text supaya sesuai dengan keyword yang kita inginkan.

Kalau mau memberikan komentar jangan nyepam ya, maksudnya jangan nulis komentar sembarangan. Sebaiknya sebelum baca komentar, di baca dulu isi artikel nya, biar isi komentar yang kita kasih sesuai dengan isi artikel.

Ok itu aja dulu, nanti sambung lagi dengan tips yang lain..

How to beat the seat cheats

How to beat the seat cheats
By Marshall Loeb, MarketWatch

Buying tickets for shows, concerts and sporting events online is akin to
walking a virtual tightrope, with box offices and authorized companies
on one side and ticket scalpers on the other. Fall on the wrong side and
you will likely have to deal with outrageous prices and refused refunds.

To avoid getting fleeced by shady ticket sellers, which often disguise
themselves as legitimate Web sites, heed these six tips from AARP
magazine author Laura Daily.

- Go to the source. Don’t just do an Internet search for “Meadowlands
and tickets.” You could be lured to a site that looks real but is
actually a scalper in disguise. Always visit an event’s official Web
site or call the venue directly.

- Join the club. Sign up for alerts, venue memberships and fan clubs
that move you to the head of the line. Insiders often learn about
advance sales and find out first when a show goes on sale.
Strategize. If you’re dealing with a broker, don’t jump on the first
seats you’re offered. The closer you get to an event, the more likely
prices are to drop as sellers get desperate to get rid of their
merchandise.

- Be persistent. No show is sold out until the curtain rises. Sponsors
may not use their full allocation and extra shows may be added. Official
ticket sites are also increasingly trying to combat hucksters;
Ticketmaster, for example, often puts tickets back up for sale after
finding that a buyer’s credit-card number is fraudulent. Don’t hesitate
to call the box office the day of the performance.

- Beware of e-tickets. Some venues send buyers e-tickets that you print
from your computer. They’re perfectly legit, but be wary if you buy them
secondhand. There’s nothing to stop a scalper from selling copies of the
printout. If you buy from a reseller, ask for a regular ticket.

- Research their rep. It’s no guarantee you’ll get a good deal, but make
sure a broker is licensed by the National Association of Ticket Brokers
(http://www.natb.org). Buying from a real storefront can help, too,
since you can actually see the tickets. And check the seat map: those
“great seats” on sale may actually be nose-bleeders.

Marshall Loeb, former editor of Fortune, Money, and the Columbia
Journalism Review, writes for MarketWatch
http://www.marketwatch.com

Membangun Komunikasi Keuangan Suami-Istri

Membangun Komunikasi Keuangan Suami-Istri
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 660/XIII

“Cinta saja tidak cukup untuk bisa menghidupi suami-istri.” Mungkin itu
adalah kata-kata yang sering Anda dengar sampai sekarang. Ya, cinta
memang tidak cukup untuk bisa menghidupi suami-istri. Perlu banyak hal
lain, salah satunya adalah uang. Tapi bila uang sudah ada, maka apakah
hal itu cukup untuk menghidupi Anda berdua dan menjamin bahwa perkawinan
Anda akan langgeng?

Jawabnya, tidak juga. Keberadaan uang tidak menjamin bahwa sepasang
suami istri akan bisa sejahtera. Anda boleh percaya boleh tidak, yang
lebih menjamin kesejahteraan keuangan antara suami dan istri, salah
satunya adalah: Komunikasi.

Komunikasi yang baik antara suami dan istri sudah pasti merupakan hal
yang sangat penting bagi terciptanya hubungan yang langgeng. Ada banyak
topik komunikasi yang terjadi pada suami-istri. Tapi salah satu topik
yang paling kritis antara suami dan istri adalah komunikasi dalam bidang
keuangan.

Sangat penting bagi suami dan istri untuk membangun saling pengertian
yang kuat dalam hal keuangan keluarga. Saya sering menghadapi klien yang
ribut dan rusak hubungannya hanya karena masalah keuangan. Dan munculnya
masalah keuangan itu, salah satunya karena tidak adanya komunikasi dan
saling pengertian dalam hal keuangan antara suami dan istri.

Tidak mudah sebetulnya membangun komunikasi dan saling pengertian yang
kuat dalam hal keuangan antara suami dan istri. Bahkan, komunikasi
itupun harus Anda bangun terus menerus sepanjang umur perkawinan Anda.
Namun demikian, bila Anda berdua sebagai suami istri memiliki komunikasi
yang baik dalam bidang keuangan, maka Anda berdua akan memiliki hubungan
perkawinan yang kuat dan langgeng. Paling tidak, perkawinan Anda tidak
akan runtuh karena masalah keuangan.

Lalu, bagaimana cara membangun komunikasi tersebut?

1. Utarakan kepada suami Anda apa pandangan Anda tentang uang, dan minta
suami Anda melakukan hal yang sama.

2. Utarakan juga apa tujuan-tujuan keuangan yang ingin Anda raih kelak,
dan minta suami Anda melakukan hal yang sama.

3. Setelah masing-masing mengetahui tujuan-tujuan keuangan pasangannya,
buat prioritas tentang tujuan keuangan mana yang sebaiknya dicapai
terlebih dahulu oleh Anda berdua.

4. Buat rencana bagaimana Anda berdua bisa sama-sama mencapai
tujuan-tujuan keuangan tersebut. Yang jelas, rencana tersebut harus
realistis dan bisa dijalankan bersama.

5. Tuliskan tindakan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing dari
Anda berdua dalam menjalankan rencana tersebut. Misalnya, Anda akan
melakukan ini, suami Anda akan melakukan itu. Sehingga Anda berdua
menjalankan rencana keuangan ter-sebut secara bersama.

6. Diskusikan bagaimana cara terbaik bagi Anda berdua dalam mengelola
keuangan sehari-hari.

7. Tentukan siapa di antara Anda berdua yang akan membayar
tagihan-tagihan dan biaya rutin setiap bulan.

8. Tentukan berapa jumlah pengeluaran yang bisa dilakukan oleh
masing-masing dari Anda, tanpa harus bertanya terlebih dulu satu sama
lain.

9. Tentukan investasi apa yang akan Anda berdua lakukan untuk jangka
panjang.

10. Tentukan apakah Anda berdua akan menyatukan uang Anda dalam satu
rekening, atau memisahkannya dalam rekening sendiri-sendiri.

11. Menabunglah bersama-sama untuk masa depan Anda berdua kelak ketika
tidak lagi bekerja.

12. Sering-seringlah berdiskusi satu sama lain mengenai rencana yang
sudah dijalankan. Evaluasi rencana tersebut paling tidak sekali setahun
untuk melihat apakah Anda berdua masih memiliki tujuan keuangan yang
sama, dan apakah ren-cana yang sudah dijalankan selama ini memang sudah
menunjukkan kemajuan atau tidak dalam mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan.

13. Buka terus keran komunikasi Anda berdua. Sisihkan waktu secara rutin
untuk membicarakan dan mengkomunikasikan masalah keuangan Anda berdua.

KHUSUS UNTUK SUAMI: BERITAHUKAN GAJI ANDA

Apakah Anda merupakan salah satu dari suami yang enggan memberitahukan
berapa jumlah gaji Anda kepada istri Anda? Bila ya, maka mungkin ada
beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya:

1. Anda gengsi. Anda mungkin tidak ingin istri Anda mengetahui bahwa
penghasilan Anda tidak besar.

2. Atau sebaliknya, Anda tidak ingin istri Anda tahu bahwa penghasilan
Anda terlalu besar.

3. Anda menganggap bahwa masalah penghasilan adalah masalah yang sangat
pribadi untuk diungkapkan, termasuk kepada istri Anda sendiri. Jadi
bukan perkara besar atau kecilnya.

Memberitahukan penghasilan Anda kepada istri Anda memang bukan salah
satu syarat yang harus dijalankan dalam membangun komunikasi keuangan
yang baik antara suami-istri. Tapi, bila suami- istri memang menjalankan
komunikasi keuangan yang baik, maka dengan sendirinya Anda akan dengan
sukarela memberi tahu berapa jumlah penghasilan yang Anda dapatkan
setiap bulannya.

Ada beberapa keuntungan kalau Anda mau memberitahukan gaji Anda kepada
istri Anda:

1. Istri Anda bisa bertambah baik dalam mengatur anggaran keluarga
karena dia tahu berapa batas yang bisa dia capai.

2. Komunikasi keuangan antar suami-istri diharapkan juga akan makin baik
karena dengan memberitahukan berapa yang Anda hasilkan, ini menunjukkan
bahwa Anda cukup terbuka. Keterbukaan adalah salah satu syarat
terjalinnya komunikasi keuangan dengan baik antara suami-istri.

My Partners